Minggu, 28 Mei 2017

RWS Day 2: Para Pencari Tuhan + Review

2 Ramadhan 1348 H
Minggu, 28 Mei 2017

Assalamu’alaikum, teman!
So, kembali lagi bersama Suci di #RamadhanWithSuci, huehehe.
Di hari ke-2 di bulan Ramadhan ini, aku mau bikin postingan tentang PPT. Bukan PPT Power Point loh ya, ini PPT Para Pencari Tuhan. Siapa nih yang juga penggemarnya Para Pencari Tuhan?

Nah, jadi setiap bulan Ramadhan itu, acara yang paling aku tunggu-tunggu adalah Para Pencari Tuhan ini, guys. Sinetron ini biasanya tayang waktu kita lagi sahur. Dulu, waktu sinetron ini baru pertama kali tayang di televisi, saat itu aku masih kelas 1 SD. Namanya juga anak SD, terkadang aku malas bangun buat sahur, masih mau tidur di kamar. Tapi, waktu aku dibilangin kalau Para Pencari Tuhan sudah mulai, aku langsung cepat-cepat bangun, haha. Jadi, dengan kata lain, PPT ini dulu alternatif aku biar bangun sahur. Aku ingaaat banget. Padahal udah lama banget, tahun 2007. Dan sekarang Para Pencari Tuhan ini sudah menginjak Jilid 11, it means, udah 11 tahun PPT menghibur kita di bulan Ramadhan! Wuih, keren banget kan. Ohiya, btw, waktu PPT jilid 1 atau pertama, aku kelas 1 SD. Sekarang, jilid 11 aku naik ke kelas 11. Jadi, sesuai banget haha, ga perlu ngitungin udah berapa tahun, tinggal ingat aku kelas berapa. *Lol.

Yang bikin aku suka sama sinteron ini adalah cara penyampaian ceritanya. Menurutku, cerita yang disampaikan di sinetron ini benar-benar memberi pelajaran tanpa menggurui penontonnya. Asiknya, cerita yang disampaikan itu, berdasarkan kejadian sehari-hari, keadan di sekitar lingkungan kita, keadaan di dalam keluarga, semuanya terangkum dengan lengkap di sinteron ini. Luar biasa! Sejauh ini, belum ada sinetron yang betul-betul aku suka kayak sinetron ini.

Menariknya, menurutku sih ya, di sinetron ini cerita tokoh-tokohnya itu seperti sama rata. Enggak ada yang terlalu ditonjolkan begitu, semuanya terlihat sama, dan porsinya itu pas. Jadinya, yaa enggak ada tokoh yang paling aku favoritkan, karena semuanya sama-sama bagus, hehe. Oh iya, di sinetron ini scenes yang paling aku suka kalau ada komedinya gitu sih, itu lucu banget gitu, ya kayak natural aja komedinya. Dan kerennya, semua tokoh disini bisa dapat scene komedi semua, sungguh saya rekomendasikan untuk ditonton pada saat sahur!

Untuk tokoh-tokohnya, aku bakalan review sedikit deh, menurut pandanganku sendiri. Yang pertama Bang Jack deh. Nah, Bang Jack disini diperankan oleh Deddy Mizwar. Bang Jack sendiri adalah merbot, atau pengurus mushola di Kampung Kincir (nama kampung di sinetron ini). Bang Jack juga punya florist di depan mushola, namanya ‘Jack’s Florist’. Nah, Bang Jack ini, di jilid pertama, dia menurutku cukup berperan pada perubahan sikap dan sifat Trio Bajaj yang merupakan mantan narapidana. Ohiya, kalau enggak salah, ditahun-tahun awal, om Deddy Mizwar ini merupakan sutradara dari sinetron PPT ini loh. Kalau sekarang sih, entahlah, hehe. Dan ternyata, setelah baca di Wikipedia, memang benar. Om Deddy Mizwar ini merupakan sutradara sinetron Para Pencari Tuhan dari jilid 1 sampai jilid 8, setelah itu jilid 9 digantikan oleh anaknya sendiri, yaitu Senandung Nacita. Sungguh luar biasa! Bang Jack di PPT merupakan seorang duda, (kalau tidak salah, maaf banyak lupa, hehe) istrinya telah meninggal dunia. Di jilid-jilid terbaru, mungkin dari 9 dan 10 kalau tidak salah, Bang Jack ini sedang gencar-gencarnya mencari pendamping hidupnya. Di jilid 9, Bang Jack bersaing dengan Om Wijoyo (Slamet Rahardjo) untuk merebutkan hati ibunda dari Azzam (Agus Kuncoro), yaitu Bu Widya (Henidar Amroe). Akan tetapi, pada akhirnya, Bang Jack kalah saing dengan om Wijoyo karena bu Widya lebih memilih untuk menikah dengan om Wijoyo yang kebetulan memang teman lamanya. Lalu, di jilid ke 10 Bang Jack mencoba mencuri perhatian kepada bu Dewi, rekan kerja Pak Jalal. Dan lagi-lagi, ia gagal mendapatkan pujaan hatinya. Bocorannya, di jilid ke 11 ini, Bang Jack kembali melirik seorang wanita yang merupakan Bu Lurah. Kita tunggu saja kejelasannya.

Lalu, ada Trio Bajaj. Disini Melky berperan sebagai Chelsea, Isa sebagai Juki, dan Aden sebagai Barong. Setelah keluar dari penjara, ketiganya mencoba untuk kembali ke asal mereka. Seperti Barong yang ingin kembali ke komplotannya, tetapi ia ditolak oleh sekawanannya tersebut. Lalu ada Juki yang mencoba untuk pulang ke rumah emaknya, namun ia diusir mentah-mentah oleh emaknya tersebut. Dan terakhir, si Chelsea yang ingin mencoba rujuk kembali dengan mantan istrinya, namun tak disangka, istrinya tersebut telah menikah lagi dengan seorang laki-laki yang tak lain tak bukan adalah polisi yang menangkap Chelsea sehingga ia masuk ke penjara. Dan ketiganya secara tak sengaja bertemu di mushola dan akhirnya menjadi murid Bang Jack. Sampai akhirnya, mereka sukses, menjadi selebriti dan meninggalkan mushola. Akan tetapi, karir mereka sepertinya tidak bertahan lama, di jilid terakhir, mereka sedang bangkrut karena tidak ada panggilan untuk job.

Lalu ada Aya (Zaskia A. Mecca), Azzam (Agus Kuncoro), dan Artta Ivano (Kalila). Di antara mereka bertiga awalnya terjalin cinta segitiga. Namun, pada akhirnya Aya dan Azzamlah yang menikah. Di sisi lain, seorang Kalila belum bisa melupakan Azzam setelah sekian lama, walaupun ia tahu jelas bahwa Azzam telah menikah dengan sahabatnya sendiri, Aya. Sampai akhirnya, datanglah Domino (Alfie Alfandy). Ketika Domino dan Kalila awalnya bertemu, mereka selalu terlibat dalam debat kecil, tetapi itulah yang menumbuhkan benih-benih cinta di antara mereka. Sampai akhirnya, di penghujung jilid 10 pada tahun 2016, Domino dan Kalila menikah dengan disaksikan oleh warga Kampung Kincir. Bocorannya, Kalila di jilid 11 ini sudah hamil beberapa bula, lho. Wuih, tidak sabar ingin nonton!

Kemudian ada Ustadz Ferry (Akrie Patrio) yang selalu memberikan ceramah kepada warga di Kampung Kincir, namun komedinya adalah, ia selalu kalah jika harus berdebat dengan istrinya, Haifa (Annisa Suci). Haifa sendiri adalah kakak dari Aya.

Unsur komedi juga banyak terjadi di scenes Udin (Udin Nganga) dan sahabatnya, Asrul (Asrul Dahlan). Diceritakan mereka adalah orang yang ekonominya sulit, mencari kerja kesana-kesini dengan susah payah untuk mencukupi kehidupan sehari-hari mereka. Dibalik semangat mereka tersebut, ada istri Asrul (Mira) yang selalu mendukung mereka. Selain pada Asrul dan Udin, unsur komedi juga banyak terdapat pada scenes Trio RW, yaitu Pak RW (Idrus Madani), Pak RT (Joes Terpase), dan Bendahara RW (Hakim Ahmad), serta istri dari Pak RW. Dan, scenes dua saudari, Nek Vega dan Nek Veggy yang tidak pernah sadar kalau mencuri itu adalah perbuatan yang salah, bagian lucunya adalah ktika mereka punyaaa saja ide untuk melakukan sesuatu atau mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan. Salut untuk bu Oneng Suprapti (Veggy) dan Mpok Iin (Vega), akting mereka benar-benar luar biasa, dan lagi, ekspresi mereka itu lho, datar banget. Yang nonton padahal udah sakit perut buat ketawa doang. Eh, ada lagi sih satu, saat scenes Pak Jalal ‘menyamar’ jadi orang miskin yang pondoknya sekarang ditempati oleh Asrul, istrinya, beserta anaknya. Di situ, ada Loli (Erma Catherina) yang berperan sebagai pembantu rumah tangganya keluarga Pak Jalal (sebenarnya sewaktu Pak Jalal masih di rumahnya yang mewah juga ada Loli sih). Si Loli ini masalahnya tukang GR dan sedikit centil, haha. Bikin istri Pak Jalal (Irma Damayanti) suka cemburu atau mungkin kesal karena sikapnya itu. Tapi, seingatku, di jilid 10 Loli tidak muncul, atau muncul tetapi jarang/sedikit.

Nah, itu dia tadi curcolan sekaligus review sedikit tentang acara paling favorit versi #RamadhanWithSuci. Harapannya, semoga Para Pencari Tuhan terus bisa menghibur pemirsa televisi, juga semoga semakin banyak lagi sinetron bermanfaat seperti ini. Karena ya, menurutku acara yang begini sudah mulai berkurang.
Okay, ‘segini’ dulu untuk hari ini. Semoga berfaedah, hehe. Wassalamu’alaikum waramatullahi wabarakatuh!

Regards,
Suci Noorjannah Novianti
Ramadhan With Suci

Sabtu, 27 Mei 2017

RWS Day 1: The Beginning


1 Ramadhan 1438 H
Sabtu, 27 Mei 2017

Assalamu’alaikum, semua!
Akhirnya aku bisa nulis lagi di blog ini. Blog ini terbengkalai selama satu bulan lebih, huhu. Padahal banyak yang mau aku tulis, kebetulan juga banyak momen waktu itu. Tapi.. ada PAS (Penilaian Akhir Semester), jadi ya aku tunda dulu deh.

Nah, untuk mengganti itu semua, akhirnya aku memutuskan untuk bikin project di blog ini. Jadi, selama bulan Ramadhan ini, Insya Allah, kalau Allah mengizinkannya, kalau tidak ada hambatan yang bikin waktu aku banyak yang tersita lagi, ataupun semacamnya, aku mau buat #RamadhanWithSuci. Buset, pake hashtag segala. Yaudahlah ya, biar kekinian gitu, haha. Garing sumpah.

Nah, di #RamadhanWithSuci ini, nantinya aku akan nulis di blog setiap hari! Duh, berat gak ya, haha, udah ah jalanin aja dulu. Isinya itu random aja sih. Apa yang mau aku tulis aja. Mungkin ada yang berfaedah, dan mungkin banyak juga yang unfaedah, hehehe. Intinya, aku cuman mau lebih produktif aja sih di bulan Ramadhan ini, apalagi sekarang aku lagi libur sekolah, daripada waktunya terbuang sia-sia, dan liburnya itu lamaaa banget. Hampir 2 bulan loh, guys. Masya Allah, nikmat banget sih ini, hehe. Apalagi Smaridasa iu jadwalnya super-duper-padat. Beuh, libur sehari aja nih, seneeeeng banget. Jangan itu deh, jam kosong aja, seneng banget deh, hehe. Aku pribadi sih gitu ya :p

So, karena ini baru hari pertama, aku cuman ngenalin project ini aja. Nanti, kalau keterusan nulisnya, bisa-bisa habis topikku untuk sebulan ke depan, hehe. Hm.. mungkin blog ini, tulisan ini, postingan ini, project ini, enggak ada yang baca kali ya. Tapi, kalau ada yang mau baca curcolanku, aku sangat berterima kasih:’)

Dan, akhir kata untuk postingan kali ini, selamat menjalankan ibadah puasa!
Semoga amal kita diterima Allah Subhannahuwata’ala.
Minal aidzin wal faidzin, maafkan diriku yang mungkin banyak berbuat kesalahan walaupun hanya di kalimat-kalimat yang aku tulis ini.
Marhaban Yaa Ramadhan!

Regards,
Suci Noorjannah Novianti
Ramadhan With Suci

Kamis, 13 April 2017

About My Bestfriends




Bagiku, sahabat itu bukan hanya sekadar teman dekat
Tetapi juga saudara.

***

Sering kita aku ngelihat orang-orang di dunia maya bilang kalo mereka punya sahabat yang baik banget *ya iya sih, namanya juga sahabat*. Tapi, seiring berjalannya waktu, aku lihat lagi, ternyata mereka musuhan, sampai ngeluarin sumpah serapah yang aku pikir seharusnya engga sampai segitu juga sih ya, apalagi dunia maya tuh. Pas aku stalk (btw, aku tukang-stalking-orang-kalo-lagi-penasaran, jadi jangan bikin aku penasaran karena aku bisa aja ngestalk kalian kalian sampai pada zaman dahulu kala *paandeh*), ternyata eh ternyata guys, musuhannya mereka cuman gara-gara rebutan kekasih, yaelaaah.

Entah kalo liat situasi yang kaya begini mau ketawa atau miris. Gini ya, udah sahabatan, eh retak gara-gara rebutan pacar. Ya ampun, ya kali, itu juga belum tentu jadi jodohmu kelak kan? :( Ya memang sih, kalau perasaan itu nggak bisa kita kendalikan, tapi masalah toh bisa diselesaikan sama-sama. Dan akhirnya, mereka yang tadinya sahabatan, akrab banget, jalan ke sana ke sini bareng terus, curhat-curhatan, chattingan tanpa henti, sampai mereka dikenal sama anak-anak di sekolah karena itu semua, akhirnya bubar. Pisah. Musuhan. Seolah-olah mereka asing satu sama lain. Bahkan menganggap mereka enggak pernah bertemu.

***

Jadi, itu tadi cuman intro doang, guys. Sebenernya motivasi aku buat nulis ini mau nyeritain gimana suka dukanya aku sahabat-sahabat aku. Read: sodara deh, wkwk.

Oke, jadi singkat cerita, aku punya 2 orang yang bisa dibilang mereka udah masuk ke dalam cerita hidup aku. Mereka banyak membawa dampak yang cukup besar di kehidupan aku, asek. Tapi ini beneran kok. Contohnya, dulu itu aku kalau lagi enggak semangat sekolah, yang aku inget ya mereka. Aku bilang sama diri aku sendiri, aku mau ke sekolah, mainan sama mereka. Tapi itu dulu, waktu kita semua masih pada SD, lebih tepatnya waktu kelas 6 SD. Kebetulan, kita baru sekelas bertiga pada waktu itu.

Ngomong-ngomong tentang SD, kita pertama kali ketemu di tempat itu. Kita ketemu pertama kali waktu masih pada unyu-unyu, kelas 2 SD. Di tempat yang enggak elit banget. Di samping kelas, yang parahnya waktu itu di dekat kita ada gerobak yang isinya kresek-kresek sampah. Bukan tempat yang bagus kan? Tapi bisa membawa alur yang indah.

Jadi, kita ketemu di sana karena waktu itu si Dita (aku kenal sama dia waktu TK, dan kita sekelas, kebetulan dia jadi tetanggaku juga, dan kita ternyata satu SD) lagi nangis gara-gara dia enggak mau ikut lomba yang padahal dia sendiri yang ngedaftarin dirinya ke guru olahraga. Terus aku nemenin dia di sana. Nah, abis itu si Intan (anak kelas lain, sebenernya aku sama Dita juga beda kelas. Jadi, kita semua beda kelas) datengin kita, dan nanyain kenapa. Sampai akhirnya kita terlibat dalam pembicaraan yang akhirnya bisa bikin Dita berhenti nangis.

SKIP

Sampai waktu kita kelas 6, kita bertiga dipertemukan kembali. Namanya masih zaman SD, jadi dulu kita ya nggak akrab-akrab banget awalnya, biasalah, masih bergeng-geng gitu, sedih deh kalo nginget:( Sampai akhirnya, suatu masalah yang datangin aku, perlahan bikin keadaan itu berubah. Aku mulai dekat dengan Intan dan enggak lama setelah itu kita bertiga akhirnya barengan. Masih ada sebenernya cerita yang lebih lengkap, tapi aku rasa enggak etis kalo nyeritain gimana lengkapnya hehe, so aku enggak bakalan nulis.

Waktu demi waktu kita jalani, dan engga kerasa kita udah segini lamanya. Kita ketemu di tahun 2008 dan sekarang 2017. Kita udah sama-sama selama 9 tahun. Walaupun kita baru dekat pas kelas 6, tapi kita sepakat kita bakalan ngehitung mulai dari kita ketemu. Ya soalnya kita mikir, ini udah jalan yang di kasih sama Allah Swt. untuk kita bertiga. Dan aku pikir, kita bertiga bisa mematahkan anggapan orang-orang yang bilang kalau orang yang sahabatan waktu di sekolahan, terus udah pada mau lulus dan janji barreng-bareng bakalan kontak-kontakkan, pokoknya keep in touch, itu omong kosong. Yee, buktinya aku sama 2 orang yang aku sebut namanya di atas bisa kok, mungkin yang bilang itu bullshit belum nemuin aja kali ya orang yang bener-bener tepat.

Perjalanan sampai kita bisa sekarang pun enggak semudah yang mungkin orang-orang bayangkan, yang ngeliat kita bertiga bareng mulu, jalan kemana-mana barengan, nginep bareng, dll yang dilakuinnya barengan. Enggak, kita enggak pernah rebutan cowok kaya intro di atas kok. Ada masalah lain, yang bener-bener bikin persahabatan kita teruji, dan.. sempet goyang.

Sumpah ini aku ‘netes’

Oke, aku enggak kuat buat nyeritain masalah itu. Yang jelas, kita semua bisa pecahin itu sama-sama. Memang butuh waktu untuk diri kita masing-masing berpikir, introspeksi diri, tentang apa yang salah, apa yang kurang, atau apa yang bikin salah satu atau beberapa merasa enggak nyaman sama kita, bener-bener butuh waktu. Bukan cuman sejam dua jam, berhari-hari, atau pun seminggu dua minggu. Ini berbulan-bulan. Kita mendam perasaan, emosi, dan pemikiran kita untuk jangka waktu yang cukup lama. Bukan, itu lama banget menurut aku. Belum tentu semua orang bisa ngelakuinnya. Sampai akhirnya, Allah ngasih jalan buat semua masalah yang kita hadapi. Dan disitu semuanya terungkap kalo itu cuma missunderstood. And firstly I said hamdalah.

Jadi, aku cuman mau bilang sih, kalau kalian punya sahabat dan lagi dalam masalah, pikirin baik-baik, egonya kesampingkan aja. Apalagi kalau kalian merasa sangat nyaman sama mereka, coba buat nyelesain semuanya sama-sama, pasti bisa, Insya Allah. Kalau bener-bener sahabatan, kalian pasti bisa saling mengondisikan situasinya, bukannya malah menghujat sana sini dan malah pengen balas dendam. Btw, ini namanya bukan sahabat sih, wkwk.

Yaudah deh, ini udah panjang banget. Sebenernya ini enggak penting sih. Aku cuman mau curhat doang disini. Kalau ada yang baca apalagi sampai habis, yowes makaseh.

Akhir kata, semoga temen-temen yang baca artikel (baca: curhatan) ini bisa nemuin sahabat yang bener-bener sahabat, dan bisa terus sama-sama di dunia dan akhirat kelak. Dan semoga sahabatannya membawa berkah. Aamiin Yaa Rabbal’alamiin. Omong-omong, aku jadi keinget kedua orang tua aku pernah ngomong dan aku enggak sengaja denger gini ( bukan nguping loh ya! :p), "Yaa, semoga aja mereka bertiga sahabatan kaya gitu terus." Look! Mereka aja dukung, hamdalaah. May Allah bless us and you too!

Regards,
Suci Noorjannah Novianti

Minggu, 26 Maret 2017

Sabtu, 04 Februari 2017

Senin, 07 November 2016

Minggu, 06 November 2016

High School Days

こんにちはみんな!
Selamat siang, kawan! 

Akhirnya aku berkesempatan lagi untuk ngepost di blog ini, yuhuu^^ Dan temanya kali ini adalah High School Days. Jadi, aku bakalan ceritain kehidupan semasa SMA *azek*. Katanya sih, masa-masa SMA adalah masa paling indah diantara masa-masa sekolah yang lainnya. Bener gak sih?

Jadi, ceritanya dimulai dari MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan. MPLS-nya dimulai dari tanggal 18 sampai 20 Juli 2016, selama 3 hari, dan kami diperkenankan memakai baju putih abu-abu, yeay>..< MPLS diawali dengan upacara dan sambutan oleh Kepala SMA Negeri 10 Samarinda, yaitu Pak Armin, S. Pd., M. Pd. Setelah upacara usai, kami diarahkan menuju ke auditorium. Di depan auditorium kami berbaris untuk mengambil sehelai pita yang nantinya akan menentukan gugus kami. Jadi, dikarenakan banyaknya peserta didik baru, maka kami dibagi-bagi dalam beberapa gugus untuk mempermudah pengarahan, kemungkinan sih begitu wk. Waktu itu, aku dapat pita berwarna pink yang membawaku ke gugus Milky Way. Keren, 'kan, namanya? Haha.. Nama-nama gugusnya memang menggunakan nama-nama galaksi. Ada Milky Way, Pinwheel, Cartwheel, Hoags, Bode, Andromeda, dan masih banyak lagi. Dalam 1 gugus terdapat kira-kita 12-14 orang. Dan 1 gugus punya kakak gugus dari anggota OSIS sebagai pengarah. Oya, gugus laki-laki dan perempuan juga dibedakan, lho. Dan MPLS-nya pun punya tema, yaitu Learn From The Ants.

Setelah itu, kami berkumpul sesuai gugus. Kami berkenalan satu sama lain. Setalah itu, kami diajak untuk berkeliling sekolah. Ya, namanya juga pengenalan lingkungan sekolah, hehe. Sambil berkeliling sekolah, kami juga membersihkan sampah-sampah yang kami temui di sepanjang jalan, tentunya supaya kita lebih mencintai lingkungan kita sih. Kalau bukan kita siapa lagi, kan?

Selain itu, kakak gugusnya juga memberi sedikit demi sedikit informasi dan tata tertib yang tentunya sangat berguna bagi murid baru seperti kami. Seperti, kami harus memberi salam di mana pun kami bertemu dengan kakak kelas, guru, CS, bahkan Pak Satpam sekalipun, yang intinya kita harus bersikap sopan santun kepada yang lebih tua dari kita. FYI, budaya 4S (senyum, salam, sopan, dan santun) di Smaridasa sangat kental sekali. Maka dari itu, sebagai warga Smaridasa kita harus tetap menjaganya agar budaya ini tetap lestari hingga nanti. Oya, jadi cara salamnya itu, jumlah orang yang di salami = jumlah salam yang diucapkan. Jadi, misalnya ada 3 kakak kelas atau guru dan lainnya, kita harus mengucapkan 3 salam sekaligus. Dan harus menggunakan title. Jadinya, "Assalamu'alaikum, Pak", "Assalamu'alaikum, Bu", "Assalamu'alaikum, Kak". Begitu. Lalu ada satu hal penting lainnya, tidak boleh memberi salam kepada kakak kelas lawan jenis.

Mungkin, awalnya terasa berat untuk memberi salam seperti itu. Akan tetapi, hari demi hari kita mulai terbiasa untuk melakukannya. Bahkan, kalau tidak melakukannya seperti ada hal yang kurang. Ya, setidaknya itu yang aku rasakan kalau kebiasaanku terlewatkan. 4S ini aku rasa cukup ampuh untuk bisa kenal dengan kakak kelas, bahkan akrab, mungkin.

Setelah berkeliling sekolah, kita kembali lagi ke auditorium untuk mendengarkan materi yang disampaikan oleh guru-guru. Terkadang juga kakak kelas yang menyampaikan materi, entah itu dari klub bahasa ataupun mereka yang sudah memiliki banyak pengetahuan dan mendapat banyak prestasi untuk menjadi motivasi bagi adik-adiknya.

Tepat tengah hari, waktunya ishoma (istirahat, sholat, makan). Kami makan bersama di auditorium. Smaridasa juga mengutamakan korsa (komandan satu rasa), lho! Jadi, memulai makan pun ada tata tertibnya gitu deh. Usai makan siang, kami berbondong-bondong menuju ke masjid untuk sholat dzuhur berjamaah. Setelah itu kembali lagi ke auditorium untuk mendengarkan materi-materi. Kegiatan pun berakhir sekitar jam 2 siang.

Esoknya, kegiatan sama seperti hari sebelumnya. Mendengarkan berbagai macam materi. Supaya tidak bosan, terkadang juga diselingi dengan games. Skip, langsung ke hari ketiga. Ini merupakan puncak acara MPLS. Di hari ketiga, kita melakukan voting untuk pemilihan ketua angkatan 20 Smaridasa. Sebelum voting dilakukan, tentunya para kandidat ketua angkatan memberikan speech singkat untuk meyakinkan para audience agar mendukung. Lalu ada juga sesi tanya jawab yang dilontarkan oleh ketua angkatan dari kakak TITAN (The Irreplaceable Team adn Absolute Nineteen) dari angkatan 19. Dan akhirnya terpilihlah 2 orang (laki-laki dan perempuan) untuk menjadi ketua angkatan 20. Kegiatan di hari ketiga berakhir jam 4 sore.

Esoknya, kami pun dibagi lagi sesuai Lintas Minat yang sudah kami pilih sebelumnya. Berhubung aku memilih litmin Inggris-Jepang, maka aku masuk ke X MIPA 7 yang litminnya Inggris-Jepang. Notabene murid yang memilih litmin ini pada suka Jepang. Dengan kesukaan yang sama, kami pun jadi lebih mudah untuk akrab. Wali kelas kami adalah bu Kiki. Sayangnya, kita bisa ketemu bu Kiki hanya pada hari Senin dan Sabtu. Karena hari lainnya, bu Kiki full mengajar di Kampus B.__. Ah ya, Smaridasa punya 2 kampus, kampus A dan B. Aku dapat di kampus A yang alhamdulillah-nya dekat sama rumah. Jadi, aku bisa homestay. Adapun yang rumahnya jauh, misalnya Balikpapan, Sangatta, Berau, Muara Badak, Penajam Paser Utara, Tanah Grogot, dan lain-lain bisa berasrama di kampus A.


Ini foto X MIPA 7 sama Bu Kiki di Gazebo 20 setelah praktek Fisika

Wah, ngga kerasa udah panjang aja postingannya.
Sekian dulu deh. Aku pasti ngepost lagi kok tentang masa-masa SMA. Bye!

-Suci Noorjannah Novianti-


Sabtu, 05 November 2016