4 Ramadhan 1438 H
Selasa, 30 Mei 2017
Assalamu’alaikum!
Nah, di hari keempat di bulan Ramadhan tahun ini, aku
mau bikin post tentang buku! Yehei, pertama kali, lho! Jadi, aku bakalan bikin review buku! Awalnya cuman kepengin aja
sih, kebetulan juga suka banget baca-baca review
orang-orang yang sudah membaca suatu buku, entah itu aku baca di Goodreads
ataupun di blog-blog buku.
Terus, kebetulan juga sebelum memulai pelajaran
Bahasa Indonesia di sekolahku, biasanya akan ada resensi buku. Tapi, buku yang
bisa kita resensi itu sudah ditentukan lho. Jadi, kita nggak bisa resensi semau
kita. Genre buku yang tidak dimasukkan di dalam list tersebut kayak novel dan buku pelajaran gitu. Jadi, buku-buku
yang bisa kita resensi sewaktu pelajaran Bahasa Indonesia itu cuman seperti
buku-buku sains, fakta-fakta unik atau menarik, tips-tips, ataupun buku
biografi.
Nah, berhubung karena itu, aku bikin post ini. Buku yang
akan aku review kali ini adalah ‘Memorizing
Like An Elephant’. Aku beli buku ini hari Senin tanggal 6 Maret 2017 di Toko
Buku Gramedia Bigmall Samarinda. Harganya Rp66.000,00,- tetapi ternyata ada
diskon 40% jadi aku cuman bayar Rp39.600,00,-. Wehehe, rezeki anak sholehah.
Source |
Judul buku: Memorizing Like An Elephant
Penulis: Yudi Lesmana
ISBN13: 9789799107503
Penerbit:
KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Bahasa:
Bahasa Indonesia
Jumlah halaman: 190
halaman
Cetakan Pertama:
Agustus, 2014
Cetakan Kelima:
Agustus, 2015
Yudi Lesmana adalah salah satu diantara 149 Grandmaster of Memory di dunia. Dia sangat bersemangat dalam memajukan olahraga daya ingat (memory sport) di Indonesia; dia mengirim tim Indonesia untuk mengikuti beberapa kejuaraan daya ingat, seperti Japan Friendly dan Philippine Open, dan memenangi beberapa medali emas. Prestasi ini memperlihatkan bahwa kemampuan untuk mengingat sesuatu bisa dipelajari, dilatih, dan diajarkan.
Lalu, mengapa harus
gajah? Ternyata, gajah telah lama menjadi sombol daya ingat di dunia. Kehebatan
gajah dalam mengingat telah menjadikan hewan ini menjadi ikon World Memory
Championships, sebuah kejuaraan dunia untuk mengingat yang telah ada sejak
1991. Gajah berada di urutak ketiga untuk hewan-hewan yang memiliki
intelegensia terbaik setelah orang utan dan lumba-lumba. Keunggulannya terdapat
dalam daya ingat. Lobus temporal di
otak gajah konon lebih ‘berlipat’ sehingga gajah dapat menyimpan lebih banyak
informasi.
Di dalam buku ini,
terdapat 12 bab inti (di luar daftar isi, daftar pustaka, dll.). buku ini
benar-benar cocok untuk orang-orang yang suka melupakan sesuatu, terlebih lagi
jika hal/barang tersebut penting. Nah, di dalam buku ini, kita akan diberi
tips-tips seputar daya ingat kita. Ada trik agar kita tidak lagi melupakan
sesuatu; seperti lupa menaruh kunci, menaruh hp, nama orang, atau bahkan password kita.
Tips yang diberikan
oleh Yudi Lesmana sebagai berikut:
- Siapkan alat tulis dan tuliskan secara detail hal-hal
yang sering kita lupakan.
- Mengatakannya dalam hati, lanjut beraktivitas, dan
ketika kita ingin mengingatnya kembali, otak kita otomatis akan
mengingatnya lagi nanti.
- Gunakan clue atau petunjuk di daerah sekitarnya.
Hal ini bisa diterapkan untuk mengingat dimana kita menaruh kendaraan
kita.
- Istirahatlah dengan cukup. Mau sekeras apapun kita
menginngat sesuatu, jika kita lelah dan kurang istirahat, hal tersebut
tidaklah ampuh.
Dan ada satu bab yang
paling aku suka di buku ini, yatu bab: 8 Hal Penting Dalam Mengingat. Karena,
banyak dari poin-poin disini, yang benar-benar aku baru tahu dari buku ini.
- Tenang. Jika sedang menghapal atau mengingat sesuatu,
tenang adalah kunci utamanya.
- Bayangkan, dengarkan, rasakan. Ingatlah segala sesuatu
yang bersangkutan dengan benda/hal tersebut. Seperti bentuknya, atau
wujudnya, dan baunya.
- Berpikir out of the box. Jika kita ingin
mengingat beberapa benda sekaligus, hal tersebut ternyata cukup mudah
dilakukan kalau kita menggunakan metode yang satu ini. Seperti yang
dicontohkan, ada 2 benda, yaitu meja dan gelas. Kita bisa memikirkannya
dengan; gelas memukul-mukul meja hingga meja tersebut patah. Ini lah yang
dikatakan OOTB karena hal tersebut tidak mungkin terjadi. Otak kita
cenderung mudah mengingat hal-hal yang aneh begini.
- Gunakan emosi. Emosi ternyata juga penting lho dalam
mengingat. Coba nih, kita pasti ingat kan bagaimana momen saat hari raya?
Nah, hal tersebut terjadi karena kita pada saat itu merasakan emosi
bahagia, sehingga kita bisa mengingat kejadian tersebut.
- Buat aksi. Kalau ingin menghapal, gunakanlah kata kerja
di dalam kalimatnya. Seperti; gelas menari di atas meja.
Karena aksi tidak boleh hilang dalam membayangkan suatu cerita. Maka dari
itu, hindarilah kata seperti; gelas di atas meja.
- Melebih-lebihkannya. Kalau di lebih-lebihkan, hal
tersebut cenderung menjadi aneh, karena aneh itulah yang membuat kita akan
mudah mengingatnya.
- Warnai. Dalan membayangkan sesuatu, berilah warna.
Karena otak kita suka hal yang berwarna-warni.
- Ulangi dan ulangi. Maksud ulangi di sini adalah membayangkan kembali cerita kita yang sudah kita buat tadi. Kalau cerita kita cukup menarik, biasanya kita akan lebih sedikit mengulanginya.
Kelebihan dari buku
ini banyak, seperti kita bisa membacanya saat sedang santai, karena bahasanya
luwes. Saya bahkan selesai membacanya hanya sekali duduk saja, hehe. Lalu, ada
gambar-gambarnya yang membuat buku ini tidak bikin boring, serta penulis banyak memberi poin-poin, sehingga pembaca
langsung tau apa inti dari setiap babnya. Kekurangannya menurutku cuman satu,
buku ini warnanya monoton, cuman putih, hitam, dan kuning. Padahal di dalam
buku ini dijelaskan bahwa otak kita suka hal yang berwarna-warni, jadi kenapa
nggak dibikin warna-warni juga bukunya, hehe. Overall, suka banget sama buku ini.
So, segitu aja review kali
ini. Semoga bermanfaat. Maaf kalau masih banyak kurangnya. Ini pertama kalinya
aku ngereview buku. Sampai jumpa
besok!
Regards,
Suci Noorjannah
Novianti
1 komentar:
Terima kasih reviewnya👍👍
Posting Komentar